Ade Armando Minta Maaf Setelah Mendapat Sorotan Tajam dari Publik

Ade Armando Minta Maaf

banner 120x600

Makassar, Tajam.news – Pada Rabu (29/11) sore, BEM UGM dan BEM UI menggelar aksi di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Kota Yogyakarta. Mereka menyelenggarakan ‘Mimbar Rakyat’ untuk menyampaikan aspirasi dan keprihatinan terhadap kondisi demokrasi.

Sebagai tanggapan, Ade Armando memberikan komentar terkait aksi tersebut. Aksi tersebut dilakukan di wilayah yang dianggap menerapkan politik dinasti. Setelah mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, Ade Armando yang sebelumnya menyebut soal politik dinasti di DIY akhirnya minta maaf.

“Ini ironi sekali karena mereka justru sedang berada di sebuah wilayah yang jelas-jelas menjalankan politik dinasti, dan mereka diam saja. Anak-anak BEM ini harus tahu dong kalau mau melawan politik dinasti, ya politik dinasti sesungguhnya adalah Daerah Istimewa Yogyakarta, gubernurnya tidak dipilih melalui pemilu, gubernurnya adalah Sultan Hamengku Buwono ke-X yang menjadi gubernur karena garis keturunan,” tulis Ade Armando di akun X-nya, Minggu (3/12).

Isu ini menyulut perhatian publik. Ade Armando kemudian meminta maaf lewat akun X pada Senin (4/12/2023).

“Saya ingin ajukan permohonan maaf sebesar-besarnya seandainya video saya terakhir tentang politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan, terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Ade Armando dikutip dari akun X miliknya.

Komentar Anda