Arya Wedakarna Dianggap Rasis dan Merendahkan Wanita Muslimah

dok : instagram aryawedakarna
banner 120x600

 

Tajam.news – Arya Wedakarna, anggota DPD RI viral setelah beredar video potongan pernyataannya yang menolak staf penyambut tamu atau frontliner Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, menggunakan penutup kepala. Arya mengatakan pernyataannya yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat itu dipotong oleh sejumlah pihak. Arya Wedakarna dianggap Rasis dan Merendahkan Wanita Muslimah oleh warganet.

Dilihat tajam.news di Instagram @viralsekali, Selasa (2/1/2024), dalam video tersebut, terlihat Arya sedang berbicara kepada pihak bandara pada sebuah rapat, “Saya nggak mau yang frontline-frontline itu, saya mau gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan, terbuka. Jangan kasih yang penutup-penutup nggak jelas. This is not Middle East. Enak aja di Bali. Pakai bunga kek, apa kek, pakai bije di sini. Kalau bisa, sebelum tugas, suruh sembahyang di pure, bije pake,” ujar Arya sebagaimana dalam video tersebut.

Video viral tersebut membuat Arya Wedakarna menjadi bulan-bulanan warganet di jagat media. Warganet menilai pernyataannya tersebut rasis dan tak pantas.

Anggota DPD RI atau senator asal Bali Arya Wedakarna, menyampaikan klarifikasi usai viral di media sosial menyinggung penggunaan penutup kepala oleh wanita flontliner di bandara yang semestinya rambutnya keliatan terbuka, menurut Arya di video tersebut.

“Atas masukan daripada tokoh bangsa dan juga para pelingsir di Provinsi Bali maka saya mengklarifikasi terkait dengan beredarnya potongan dari acara rapat kerja kami Selaku Komite l Bidang Hukum DPD RI utusan Provinsi Bali,” kata Arya dalam video klarifikasi yang diunggah di akun instagramnya.

Dalam video klarifikasinya, Arya mengklaim memberikan arahan kepada petugas Bea Cukai untuk bisa diprioritaskan putra-putri terbaik dari Bali untuk menjadi staf di bagian terdepan atau frontliner yang menyambut para tamu setelah mendarat pesawat di airport Ngurah Rai.

Baca Juga : https://tajam.news/kisah-pilu-zohara-pengungsi-rohingya

Arya juga meminta agar lebih mengedepankan ciri-ciri kebudayaan Bali di dalam proses menyambut selamat datang atau menangani kritik atau pemeriksaan Bea-Cukai. Misalkan menggunakan bije atau beras suci yang biasanya didapat setelah bersembahyang.

“Maka dari itu, kami tidak ada menyebutkan nama agama apa pun, nama suku apa pun, dan juga kepercayaan apa pun,” kata Arya.

Hal tersebut kata Arya sudah selaras dengan peraturan Perda Bali No 2 Tahun 2012 yakni tentang Pariwisata Bali yang berlandaskan kebudayaan yang dijiwai oleh agama Hindu.

“Maka dari itu saya menyampaikan klarifikasi, dan juga seandainya jika ada pihak-pihak, komponen bangsa Indonesia yang merasa tersinggung dan merasa keberatan dengan apa yang kami sampaikan, dari lubuk hati yang paling dalam saya selaku wakil rakyat Bali di DPD RI memohon maaf dengan tulus,” ujar Arya.

Walaupun telah melakukan klarifikasi, Ucapan Arya Wedakarna dianggap rasis dan merendahkan wanita muslimah oleh warganet itu tetap menuai tanggapan negatif dari berbagai pihak. (*)

 

Komentar Anda
Penulis: Wiryadi Isranada ( Bro Win )Editor: Muhammad