BAK Bedah Teori “Knowledge Driven Of Economy” di Sosialisasi Unggulan Dekranasda dan DPK Maros

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Maros bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan UMKM Kerajinan kepada kelompok Gerakan emak-emak berliterasi dan Berkreasi (GENERASI ) serta kelompok parenting kelas binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak Kabupaten Maros, Rabu (26/72023).
banner 120x600

MAROS, TAJAM-NEWS-Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Maros bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros melaksanakan kegiatan pembinaan dan pendampingan UMKM Kerajinan kepada kelompok Gerakan emak-emak berliterasi dan Berkreasi (GENERASI ) serta kelompok parenting kelas binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maros di Layanan Perpustakaan Ibu dan Anak Kabupaten Maros, Rabu (26/7/2023).

Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu dari Kelas Merajut dan Kelas Parenting binaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros.

Ketua Dekranasda Kabupaten Maros, Hj Ulfiah Nur Yusuf Chaidir diwakili Sekretaris Dekranasda Maros, Fitriani SPd membuka kegiatan ini.

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Maros, Amiludin A menyambut baik kerjasama Dekranasda Maros dengan DPK Maros.

Karena itu, kata Amiludin A, menggugah para ibu-ibu agar memusatkan kegiatannya di perpustakaan Ibu dan Anak.

“Kami berharap kegiatan ibu-ibu memusatkannya di perpustakaan ibu dan anak Maros,” kata Amiludin A.

Tokoh literasi, Bachtiar Adnan Kusuma, menjadi pembicara sesi pertama, menguraikan hubungan perpustakaan ibu dan anak, ibu-ibu dan anaknya.

“Benarkah dengan membaca buku di perpustakaan bisa memberikan efek kesejahteraan bagi masyarakat? Tidak ada kesejahteraan yang bisa direngkuh seseorang tanpa dengan membaca,” katanya.

Ia juga menyampaikan, membaca buku rutin di perpustakaan bisa memberi efek kesejahteraan.

“Misalnya saja, BAK mengutip teori Knowledge Driven Of Economy yaitu dimana membaca menjadi kredo utama peningkatan kesejahteraan. Siapa yang memiliki daya baca tinggi, akan membuka akses ilmu pengetahuan yang tinggi. Caranya dengan menjadikan membaca sebagai kebutuhan dasar, akan membuka iklim ekosistem budaya literasi tinggi,” katanya.

Nah, semakin tinggi daya baca tinggi masyarakat, semakin memudahkan akses mereka untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

“Karena itu, perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tapi tempat meningkatkan keterampilan dan kecakapan hidup masyarakat,” katanya.

Selain BAK jadi pembicara juga Ishak dari Dinas Koperasi Provinsi Sulsel.(*)

Komentar Anda