Benteng Rotterdam: Menelusuri Jejak Sejarah dan Misteri di Makassar

Benteng Rotterdam salah satu Destinasi Wisata di Kota Makassar

Museum La Galigo yang berada di Benteng Rotterdam
banner 120x600

Makassar, Tajam.news – Benteng Fort Rotterdam di Makassar adalah sebuah situs bersejarah yang memikat perhatian wisatawan, tidak hanya karena warisan sejarahnya yang kaya, tetapi juga karena sejumlah misteri yang menyertainya.

Benteng ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara yang memiliki minat terhadap pengalaman wisata sejarah. Benteng Rotterdam sebelumnya adalah benteng peninggalan Kerajaan Gowa – Tallo yang bernama Benteng Jumpandang yang dibangun pada abad XV.

Pada abad XVII dimanfaatkan dan dikembangkan oleh VOC menjadi seperti sekarang. Benteng ini ini pertama kali dibangun Raja Gowa Daeng Matanre Karaeng Manguntungi Tumapa’risi Kallonna pada tahun 1545. Tujuan dibangunnya untuk memperkuat basis pertahanan Kerajaan Gowa disepanjang pantai Makassar dalam menghadapi gempuran ekspansi kekuatan VOC (Perusahaannya Hindia Timur Belanda).

Selama masa penjajahan Belanda di Tanah Air, Benteng Rotterdam menjadi saksi bisu perjuangan warga Makassar melawan penjajahan tersebut. Kisah mistis yang melekat pada benteng ini pun konon disebabkan oleh pembantaian di masa lalu, Kehadiran misteri di sekitar benteng ini berasal dari sejarah kelam pembantaian yang terjadi ketika masyarakat Gowa berusaha merebut benteng ini dari tangan penjajah. Banyak nyawa yang melayang dalam perlawanan tersebut, menciptakan aura angker di sekitar tempat ini.

Mengutip dari berbagai sumber, Legenda menceritakan bahwa arwah para pejuang yang gugur di benteng ini menciptakan atmosfer mistis di sekitarnya. Beberapa pengunjung melaporkan pengalaman melihat sosok gaib atau merasakan energi mistis yang mengelilingi bangunan ini.

Benteng Fort Rotterdam juga sering menjadi tujuan bagi para peneliti sejarah dan menjadi tempat aktivitas supranatural. Beberapa pengunjung bahkan mengklaim melihat sosok tentara Belanda dengan penampilan yang menyeramkan

Konon Cerita sedih lainnya yang berkembang di sekitar benteng ini adalah kisah Sumiati, seorang wanita yang dikabarkan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di benteng ini. Tragisnya, Sumiati menjadi korban pemerkosaan, yang pelakunya dikatakan mengenakan pakaian berwarna merah. Sejak saat itu, pengunjung diperingatkan untuk tidak mengenakan pakaian berwarna merah.

Meskipun diwarnai oleh sejarah kelam dan kisah mistis, Benteng Rotterdam tetap menjadi destinasi wisata ikonik di Kota Makassar, menggabungkan pesona sejarah dan nuansa misteri yang memikat.

Saat ini bangunan di dalam Benteng Fort Rotterdam dialih fungsikan untuk perkantoran dan pengelolaan pusat budaya Sulawesi Selatan dan menjadi sarana wisata budaya dan pendidikan. Benteng Fort Rotterdam juga menjadi tempat diselenggarakannya berbagai event besar, seperti Makassar Culinary Night, international event seperti Makassar Jazz Festival dan berbagai event seru yang tiap tahun digelar pemerintah Kota Makassar.(*)

Komentar Anda