Bentrok Massa Pro Palestina Vs Ormas di Kota Bitung Sulawesi Utara

banner 120x600

Makassar, Tajam.new – Kericuhan terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), pada hari Sabtu (25/11) . Dua kelompok ormas berkonflik dan terlibat dalam saling serang di salah satu jalanan di kota pelabuhan tersebut. Bentrok ormas ini menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah anggota ormas yang mengenakan seragam tertentu terlibat dalam insiden saling serang.

Walikota Bitung, Ir. Maurits Mantiri, MM memberikan keterangan bahwa sejak pukul 19.50 WITA, pusat kota Bitung pasca bentrokan sudah dalam keadaan kondusif dan aman terkendali.
Massa aksi bela Palestina terlibat bentrok dengan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut). Bentrokan itu membuat pihak kepolisian memperketat pengamanan hingga menetapkan status siaga satu.

Walikota Maurits juga mengimbau masyarakat untuk mendukung upaya pemerintah di lapangan dengan tidak menyebarkan foto dan video yang dapat memprovokasi berbagai pihak. Jika ada hal-hal yang menonjol, ia meminta agar segera melaporkan kepada aparat pemerintah/TNI-Polri terdekat atau Hubungi Call Center 112 dan tidak dipungut biaya.

Kapolres Bitung AKBP Tommy Bambang Souissa mengatakan insiden berawal saat salah satu ormas merayakan HUT ke-12 di wilayah GOR Dua Saudara, Bitung, Sabtu (25/11/2023) sore. Tommy menyebut acara HUT itu telah memperoleh izin dari pihaknya.

“Awal mulanya itu dari salah satu LSM yaitu masyarakat adat yang melaksanakan HUT yang ke-12 yang dilaksanakan di GOR Dua Saudara, itu dengan tema kedaulatan pangan dan kebangkitan ekonomi lokal,” kata AKBP Tommy.

“Itu HUT yang ke-12 dan telah mendapatkan izin resmi baik dari Kesbangpol baik dari kepolisian untuk kegitan itu, karena untuk kebudayaan,” sambungnya.

Tak lama kemudian, massa aksi bela Palestina melintas di lokasi. Hingga akhirnya diduga terjadi kesalahpahaman berujung bentrokan.

Namun Tommy mengaku belum bisa merinci terkait motif bentrokan. Dia mengatakan pihaknya masih terus mendalami.

Komentar Anda