Calon Presiden PDI Perjuangan Ganjar Pranowo: Guru Indonesia Harus Sejahtera

banner 120x600

TAJAM.NEWS-Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, telah mengungkapkan visi dan misi pentingnya untuk meningkatkan sektor pendidikan dalam pemilihan presiden yang akan datang pada tahun 2024.

Salah satu aspek kunci dalam visinya adalah mengatasi masalah kemiskinan melalui peningkatan sistem pendidikan di Indonesia.

Selama kepemimpinannya selama 10 tahun di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tidak menutupi fakta bahwa pendidikan masih jauh dari standar yang diharapkan.

Bahkan, ia mencatat bahwa banyak guru yang masih belum menerima penghargaan dan kesejahteraan yang pantas mereka dapatkan, meskipun telah memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan selama bertahun-tahun.

Dalam upaya untuk merombak sistem pendidikan negara ini, Ganjar Pranowo bertekad untuk meningkatkan kesejahteraan para guru.

Ia berencana memberikan gaji yang lebih layak kepada guru-guru tersebut.

Dalam kata-katanya, ia mengatakan, “Saya telah meminta bantuan para ahli pendidikan dan keuangan untuk melakukan perhitungan. Saya membayangkan jika seorang guru baru dapat menerima gaji awal sebesar Rp10 juta, hal ini akan menjadi daya tarik bagi individu berbakat untuk memilih profesi guru.”

Ganjar Pranowo juga berharap agar gaji para guru terus meningkat seiring berjalannya waktu, dengan harapan mencapai angka yang lebih tinggi seperti Rp20 juta, Rp30 juta, atau bahkan mencapai Rp50 juta.

Dalam pandangannya, investasi ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi Indonesia, termasuk bonus demografi yang akan menjadi aset berharga bagi negara.

Saat ini, Ganjar Pranowo tengah melakukan perhitungan anggaran yang diperlukan untuk mengimplementasikan rencana ini.

Ia yakin bahwa dengan menjalankan program ini dengan baik, Indonesia akan meraih hasil positif dalam jangka panjang.

Pernyataan ini disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada tanggal 7 September 2023.

Visi Ganjar Pranowo untuk memperbaiki sektor pendidikan ini pasti akan menjadi fokus utama perdebatan dalam dunia politik dan pendidikan Indonesia, menjelang Pemilu 2024.(*)

Komentar Anda