Tajam.news – Dewan Pengawas (Dewas) KPK melakukan konferensi pers terkait putusan sidang etik yang digelar oleh Dewas KPK mengenai dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh pegawai KPK khususnya petugas rutan KPK berjumlah 90 orang terperiksa yang terdiri dari 6 berkas perkara.

Sejumlah 78 orang dari 90 orang terperiksa telah dijatuhkan sanksi berat berupa permohonan maaf secara langsung dan terbuka, hal tersebut disampaikan Tumpak Hatorangan Panggabean (THP) selalu ketua dewas KPK dalam konferensi pers pada kanal youtube KPR RI, Kamis (15/02).

“perlu saya jelaskan juga, sejak pegawai KPK berubah menjadi ASN pada tanggal 1 Juni 2021 maka sanksi etik untuk pegawai hanya berupa sanksi moral dalam hal ini permintaan maaf, yang terberat itu adalah permintaan maaf secara terbuka dan langsung,” kata THP.

Baca Juga : Viral Diduga Timses Minta Uang Serangan Fajar Dikembalikan

Namun menurut THP, majelis merekomendasikan agar terperiksa dikenakan dugaan pelanggaran disiplin sesuai dengan PP nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin pegawai negeri sipil.

Dari 78 orang terperiksa dewan pengawas KPK mengenakan pelanggaran pasal 4, ayat 2, huruf b, peraturan dewan pengawas nomor 3 tahun 2021 .

“Dalam pelaksanaan tugasnya selaku petugas tahanan dia mendapatkan satu keuntungan pribadi berupa uang,” ujar THP.

Sedangkan 12 orang diantara 90 orang terperiksa diserahkan kepada sekretariat jenderal KPK untuk dilakukan penyelesaian selanjutnya. Dikarenakan mereka melakukan perbuatan sebelum dibentuknya dewan pengawas KPK sehingga dewan pengawas KPK tidak memiliki kewenangan untuk mengadili 12 orang tersebut.(*)