Inul Daratista Respon Isu Kenaikan Pajak Hiburan 40 – 75 Persen

Inul Daratista Berada Di Usaha Karaoke Miliknya (Tangkapan layar/IG @inul.d)
banner 120x600

Tajam.News – Rencana kenaikan pajak hiburan sekitar 40 hingga 75 persen telah menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di kalangan pengusaha hiburan. Mereka merasa cemas bahwa kenaikan pajak tersebut berpotensi menghambat pertumbuhan industri hiburan dan bahkan dapat menyebabkan kebangkrutan.

Ketidakpastian tersebut bahkan dirasakan oleh penyanyi dangdut sekaligus pengusaha rumah karaoke terkenal, Inul Daratista. Ia bahkan mengungkapkan kekhawatirannya melalui surat terbuka yang membahas rencana kenaikan pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen.

Inul Daratista menyampaikan protesnya terkait rencana kenaikan pajak hiburan melalui akun Instagram pribadinya. Ia membagikan tangkapan layar respons Sandiaga Uno terhadap protesnya.

“Matur suwun pak @sandiuno sudah direspons. Siap duduk bareng, semoga tidak jadi naik malah di turunkan! Amin,” kata Inul Daratista, Sabtu (13/1).

Inul mengungkapkan bahwa beberapa pengusaha, termasuk dirinya, merasa terkejut ketika mendengar kabar bahwa rencana kenaikan pajak hiburan mencapai 75 persen.

Baca Juga :Video Rewind Indonesia 2023 Rilis dan Trending di Youtube

Dia menyatakan bahwa protes dirinya itu bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan para pengusaha anggota Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Keluarga Indonesia (APERKI).

“Saya juga sudah pada jantungan kemarin dengar berita ini,” tutur Inul Daratista.

Inul meminta Sandiaga untuk langsung datang melihat kondisi tempat karaoke saat ini. Jangan sampai, lanjut dia, kebijakan yang dibuat pemerintah justru mematikan pengusaha yang tengah berupaya untuk membiayai para pekerjanya.

Penyanyi Dangdut yang terkenal dengan Goyang Ngebornya itu juga mengaku sempat merumahkan sejumlah karyawannya pada masa pandemi Covid-19 karena tak sanggup membayar. Dia khawatir, adanya kenaikan pajak hingga 75% dapat membuat para pengusaha karaoke gulung tikar hingga berujung pada PHK karyawan.

“Kalau saya tutup semua karaoke saya, 5.000 orang karyawan saya juga pastinya nggak bisa kerja untuk kasih makan keluarganya, belum lagi teman-teman saya yang lain ditotal malah ribuan pengangguran yang terjadi,” ujarnya.

Dalam Unggahan Video di Instagramnya Inul memperlihatkan keadaan Usaha Kareokenya yang sepi walau di hari sabtu. (*)

Komentar Anda