oleh

Kasus KDRT di Indonesia Masih Tinggi

-NASIONAL-79 views

TAJAM.NEWS, JAKARTA – Kasus KDRT di Indonesia saat ini masih dianggap sebagai fenomena gunung es. Bagaimana tidak, dari data November 2019, Kementerian Perlindungan Anak dan Perempuan RI mencatat ada tiga provinsi yang kasusnya masih tinggi yaitu wilayah Sumatera Utara, Jawa Tengah serta Jawa Timur.

Menurut, Assisten Deputi Perlindungan Anak dan Perempuan/Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Ali Hasan, S.H., M. Si, memang tergantung pluktuatif dari penyampaian kasus ini, namun, setidaknya untuk menanggulangi hal ini, pihaknya masih berusaha dalam mengalakkan sosialisasi demi melalukakan pemutusan mata rantai KDRT di Indonesia.

“Makanya kami terus lakukan berbagai upaya serta terobosan mulai dari tingkat pencegahan dengan melibatkan lintas sektor terkait agar bisa berantas,” katanya kepada tajam.news, Minggu (22/12).

Kasus KDRT di Indonesia Saat ini Dianggap Memasuki Masa Tertinggi

Di samping itu pula, Ia menuturkan, sampai saat ini pihaknya masih berusaha untuk memutuskan mata rantai tersebut agar kasus KDRT di Indonesia setidaknya sudah bisa mulai berkurang, bahkan, pihak Kementerian Perlindungan Anak dan Perempuan RI dengan berbagai liding sektor terus melakukan upaya pencegahan dan sosialisasi agar kedepannya dapat bisa diantisipasi.

“Kalau ini terus terjadi dan dibiarkan maka akan berlanjut kepada anaknya yang nanti akan berkeluarga, makanya hal ini jangan sampai terjadi kembali,” bebernya.

Kasus KDRT

Selanjutnya, Ia menuturkan, bukan hanya di dominasi oleh tiga wilayah saja yang mengalami tingkat kasus KDRT paling tinggi, walaupun sempat tak menyebutkan berapa jumlah dan presentasi didalam kasus itu. Akan tetapi, untuk November 2019 sebanyak 121 kasus yang terjadi di Kalsel menurut laporannya sudah mulai menurun.

“Jadi data symponi tahun 2017 lalu 161 pelaporan kasus kekerasan itu hingga 2018 ada 146 berarti sudah ada penurunan terakhir November 2019 sudah turun untuk data Desember mendatang kami harus menunggu diakhir tahun untuk perekapannya,” tuturnya.

Upaya Melakukan Sosialisasi Pencegahan KDRT

Maka dari itu, menurutnya kembali, dirinya pertegas untuk terus lakukan sosialisasi pencegahan KDRT sejak dini juga penting sekali agar antisipasi serta penanggulangan bisa lebih dimaksimalkan, secara terus menerus harus digalakkan agar kedepannya mata rantai kekerasan dalam berumah tangga bisa  segera diatasi.

“Kami tidak hanya menanggulangi serta memberikan penanganannya saja tapi disamping itu dipikirkan juga bagaimana upaya pencegahan itu,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, pihaknya juga terus memberikan interpensi kepada para keluarga yang rentan terkena kasus KDRT, maka, dirinya berharap untuk pentingnya sinergitas baik dari tingkat pusat maupun daerah secara holistic dan terintegrasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lagi Hot