oleh

KEBIJAKAN ERICK TOHIR TERHAMBAT DEPUTI SDM BUMN

-NASIONAL-42 views

TAJAM.NEWS, JAKARTA – Dalam meningkatkan kinerja BUMN, kualitas sumber daya manusia memainkan peran penting. Tak berlebihan jika BUMN di bawah pimpinan Erick Tohir, strukturnya telah dirampingkan, komposisi personalianya varian dan manajemen bergerak dinamis ketika memasuki tahapan holding.

Strategi holding yang berbasis subsektor, digagas Erick Tohir merupakan sebuah gerakan yang mengintegrasikan unit-unit BUMN yang pro-aktif merespon dinamika perubahan perekonomian dalam persaingan di era pasar bebas.
Persaingan dalam pasar bebas dipastikan sarat dan ketentuan regulasi internasional, tanpa kecuali korporasi ingin selalu memenangkan persaingan.

Untuk maksud tersebut, cara mendekonstruksi kekuatan lawan menjadi pilihan dan berkolaborasi semu dengan kawan sangat menentukan. Tidak berlebihan, korporasi atau unit-unit BUMN perlu melakukan perbaikan kinerja merupakan keniscayaan. Artinya, dari fenomena persaingan bisnis ada tiga faktor yang harus diperbaiki; 1) perlu membangun kinerja keuangan korporasi, 2) meningkatkan skala produksi, dan 3) meningkat kualitas sumber daya manusia. Faktor yang terakhir ini menjadi kebutuhan mendesak bagi BUMN. Memang, membangun kualitas sumber daya manusia bukan seperti membalikkan telapak tangan. Itu harus terencana, gradual dan berkesinambungan.

“Oleh karena itu, BUMN sudah harus masuk ke tahap human capital, jika ingin memenangkan persaingan dipasar global, bukan sekedar meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang melek teknologi. Mengapa demikian, membangun human capital (modal manusia) adalah berbasis knowledge, skill, ability dan competancy. Jika seorang karyawan menjadi human capital, mereka dipastikan terintegrasi dalam sistem kerja yang terhubung pada value chance. Karyawan secara intensif harus dibentuk melalui tahapan media pelatihan, pendidikan dan studi banding agar kinerja BUMN terbangun secara natural dan sinergis” ucap Yogi Prasetyo selaku pemerhati Aset-aset negara.

Alex Denni dilantik sebagai deputi SDM BUMN

“Sayangnya, ketika perampingan Kementerian BUMN pada 2020, Kementerian ini mendapat “musibah”. Sebut saja, Alex Denni dilantik sebagai deputi SDM BUMN. Pasalnya, sosok Alex Denni tidak mumpuni, lemah manajerial dan public speaking nya buruk, bahkan tidak mampu menerjemahkan visi, misi dan program kerja Erick tohir sebagai menteri. Parahnya lagi, pernyataan Alex Denni ini mengenai rekruiting personalia SDM menjadi olok-olokan di media, terkesan ucapannya tak manusiawi. Lebih jauh, deputi ini mengatakan dirut dan komisaris berusia muda atau kategori millenial, hanya akan dijadikan sebuah eksperimental, dan itu sudah dibicarakan dengan menterinya” Tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lagi Hot