Ketua Partai Demokrat Sulsel: Kami Dikhianati

banner 120x600

MAKASSAR, tajam-news.com – Partai Demokrat saat ini sedang memasuki tahap intensif dalam konsolidasi internal guna membahas arah koalisi politik yang akan mereka pilih dalam persiapan pemilihan umum mendatang.

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung kemarin, Partai Demokrat mempertimbangkan dua opsi utama, yaitu bergabung dengan kubu yang dipimpin oleh Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.

Pertemuan ini dipimpin oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, dan berlangsung di Kantor DPP Partai Demokrat di Jakarta kemarin. Dalam pertemuan tersebut, anggota partai, termasuk tokoh-tokoh senior, anggota parlemen, dan pengurus daerah, membahas berbagai faktor yang akan memengaruhi keputusan koalisi.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang juga mendapat penghormatan di kalangan Demokrat, telah menawarkan kerja sama yang erat dengan partai tersebut. Sementara itu, Prabowo Subianto, Ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), juga merupakan opsi yang sedang dipertimbangkan.

Meskipun belum ada keputusan resmi, beberapa anggota Partai Demokrat telah menyatakan preferensi mereka dalam pertemuan ini.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan, Ni’matullah RB, memastikan bahwa partainya akan memilih koalisi yang memungkinkan mereka mencapai tujuan partai dan memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia.

“Kita serahkan ke majelis tinggi partai. Kecil sekali kemungkinannya kembali ke Anies. Sudah 99 persen tidak bisa lagi mendukung Anies. Bagi kami itu pengkhianatan,” ujar Ulla, beberapa waktu lalu.

Wakil ketua DPRD Sulawesi Selatan ini juga menyatakan bahwa para kader Partai Demokrat sudah “move on” dan memilih untuk melihat ke depan. “Kita move on, tidak ada lagi yang harus dibicarakan,” jelasnya.

Ke depannya, lanjut Ulla, pimpinan DPP Partai Demokrat akan menjajaki pertemuan dengan Ketum DPP PDI-P Megawati Soekarno Putri dan Ketum DPP Gerindra Prabowo Subianto.

“Semuanya terbuka. Kami sudah berada dalam masa Iddah, menurunkan tempo, tarik napas, dan mengambil sikap. Untungnya, Partai Demokrat terbiasa menghadapi masalah. Badai pasti akan berlalu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ulla menyatakan bahwa masalah Anies ini sebenarnya membuktikan kesolidan para kader Partai Demokrat. “Kami membuktikan bahwa dalam situasi apapun, kami tetap solid. Itulah yang membuat Kemarin mas AHY tidak menyangka seberapa solidnya partainya,” ungkapnya.

Sementara itu, PKB Sulawesi Selatan telah memasang baliho dengan latar belakang Anies-Cak Imin (Amin) di beberapa ruas jalan di Makassar.

“Kami menyambut baik dan sesuai harapan kader kami, bagaimana berkoalisi yang memiliki elektoral dan visi ke depan. Ini sudah menjadi bagian alami dari perjalanan, tidak bisa dihindari,” ujar Ketua DPW PKB Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad.

Menurut Azhar, paket ini adalah paket komplet. Hingga saat ini, tidak ada kendala atau gangguan sama sekali. Semua elemen koalisi menerima paket Amin dengan baik.

“Kami sejalan dengan PKB, tidak ada yang terganggu. Dalam koalisi ini, Nasdem adalah partai nasionalis, PKS adalah partai religius, dan PKB sendiri adalah partai nasionalis-religius,” jelasnya.

Pihaknya masih memiliki harapan bahwa Partai Demokrat akan kembali bergabung dalam koalisi bersama Nasdem, PKB, dan PKS. Terutama, arah politik Partai Demokrat lebih mendekati koalisi ini daripada koalisi yang mengusung Ganjar atau Prabowo.

“Saya pribadi berharap Partai Demokrat tetap bergabung sehingga perubahan yang diinginkan dapat lebih mudah diwujudkan. Satu musuh terlalu banyak dan seribu sahabat terlalu sedikit. Jadi, diperlukan banyak orang untuk memperbaiki bangsa yang besar ini,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Selatan ini.

Komentar Anda