Luhut Binsar Pandjaitan Kritik Tom Lembong Soal Nikel

Luhut Binsar Panjaitan Kritik Tom Lembong (Foto:Tangkapan layar/IG @luhut.pandjaitan)
banner 120x600

Tajam.news – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) angkat bicara pasca debat keempat Pilpres 2024, beberapa waktu lalu. Menurutnya banyak informasi yang tidak sesuai yang disampaikan pada momen debat tersebut. Hal itu disampaikan melalui akun Instagram resmi miliknya, @luhut.pandjaitan.

Dalam unggahan videonya terlihat Luhut menyampaikan beberapa hal yang disinggung dalam debat pilpres keempat tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada kenyataannya, terutama terkait program hilirisasi yang menjadi ranah pekerjaan di Kemenko Marves.

“Setelah menonton acara debat keempat Pilpres 2024 yang digelar minggu lalu, saya sangat menyayangkan adanya banyak disinformasi yang disampaikan pada momen tersebut,” kata Luhut dalam keterangan videonya.

“Karena itu, saya merasa perlu menyampaikan beberapa catatan terkait program hilirisasi yang menjadi ranah pekerjaan di kantor kami selama ini, serta erat kaitannya dengan tema debat saat itu,” tambahnya.

Baca Juga : Viral Video Ban Mobil Jokowi Diduga Bocor, Cek Faktanya

Diketahui, Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong), Co-Captain Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Timnas AMIN) sempat menyinggung terkait program hilirisasi yang juga ada di visi misi Capres dan Cawapres pasca debat keempat pilpres, Anies-Cak Imin. Ia setuju dengan apa yang disampaikan Cawapres Muhaimin Iskandar dalam debat kedua Cawapres beberapa waktu lalu yang dinilai ugal-ugalan yang mengakibatkan harga nikel dunia anjlok saat ini.

Menanggapi hal tersebut Menko Marves menyarankan untuk melihat data -data 10 tahun terakhir.

“Anda perlu melihat data panjang, 10 tahun. kan Anda pebisnis juga,” kata Luhut.

Menurut LBP siklus dari komoditi naik turun baik itu batubara, nikel, timah dan emas. Dalam sepuluh tahun terakhir harga nikel dunia berada di kisaran US$15.000. Saat periode hilirisasi pertama kali dilakukan 2014-2019 harga rata-rata nikel itu di kisaran US$12.000.

“Jadi saya tidak mengerti bagaimana Tom Lembong memberikan statement seperti ini,” ujarnya.

“Bagaimana bisa Anda memberikan advice bohong kepada calon pemimpin yang Anda dukung ?”, tanya Luhut.

Menko Marves juga menambahkan bahwa pentingnya menjaga keseimbangan harga agar nikel masih tetap dibutuhkan sampai beberapa belas tahun yang akan datang.(*)

 

Komentar Anda