Mahasiswa UNM Sintalaras Tanam Bibit Mangrove untuk Pelestarian Lingkungan

banner 120x600

Makassar, tajam.news-Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang dikenal sebagai Sintalaras memiliki tekad kuat dalam menjaga lingkungan hidup di Universitas Negeri Makassar (UNM) di Sulawesi Selatan.

Meskipun berasal dari berbagai jurusan dan fakultas, mereka bersatu dalam misi pelestarian lingkungan, pendidikan lingkungan, advokasi, dan konservasi sumber daya alam.

Selain menjelajahi keindahan alam seperti mendaki gunung, mengeksplorasi gua, mengamati kehidupan laut, dan mengadakan ekspedisi budaya, mereka juga berfokus pada penelitian keanekaragaman hayati untuk mendapatkan nomor registrasi anggota (NRA) di Sintalaras.

Dalam menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem, mahasiswa Sintalaras UNM, seperti Agas, Gusci, dan Bela, mengambil tindakan unik untuk menjaga ekosistem pesisir dan laut. Mereka mengumpulkan endapan sedimen dari drainase depan gedung PKM UNM dan menggunakannya sebagai media tanam bibit pohon mangrove.

Agas menjelaskan, “Kami telah melakukan penanaman mangrove di pesisir utara Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, dan sekarang, di akhir pekan, kami melakukan pembibitan mangrove Rhizophora di kampus, khususnya di halaman sekretariat pusat kegiatan mahasiswa di Sintalaras UNM.”

Sebanyak 400 bibit pohon mangrove jenis Rhizophora ditempatkan dalam polibag yang berisi endapan tanah dan daun kering yang diambil dari sedimen di drainase kampus. Mereka berencana untuk menanam bibit ini di pesisir pantai atau daerah aliran sungai setelah tumbuh cukup.

Selain menanam mangrove, mahasiswa seperti Gusci dan Bela juga mengakui bahwa mereka memperoleh pengetahuan berharga tentang lingkungan hidup dari kakak-kakak senior dan pembinanya di Sintalaras UNM.

Ridal, seorang bocah pesisir pantai utara di Kampung Karabba, Kecamatan Tallo, juga bergabung dengan mahasiswa ini dalam program Merdeka Belajar, Belajar Merdeka yang diadakan oleh Forum Komunitas Hijau Makassar.

Mereka tidak hanya menanam mangrove bersama, tetapi juga dapat mengidentifikasi jenis-jenis mangrove yang sesuai untuk tumbuh di pesisir Makassar.

Menurut Ridal, mereka fokus menanam bakau jenis Rhizophora karena pertumbuhannya yang cepat dan akarnya yang rimbun.

Rusman, teman Ridal, awalnya hanya ikut serta karena hadiah, tetapi sekarang dia mengakui bahwa dia telah mendapatkan pengetahuan berharga dari kegiatan ini. Mereka juga bangga karena hasil kerja mereka telah menarik banyak burung dan ikan ke kawasan mangrove dekat rumah mereka.

Diah Anugrah Yunarsi, seorang mahasiswa UNM, mengapresiasi semangat anak-anak pesisir Tallo dalam mengikuti kelas perlindungan pengelolaan lingkungan hidup.

Dia menyadari pentingnya edukasi dini tentang dampak perubahan iklim pada anak-anak.

Matahari semakin condong ke barat, namun semangat mahasiswa Sintalaras UNM dan teman-teman pesisir pantai tidak pudar.

Mangrove yang mereka tanam akan terus tumbuh, memberikan perlindungan, dan menjaga lingkungan mereka sendiri.(*)

Komentar Anda