Menarik, Perayaan Hari Ibu di Berbagai Negara

foto : ilustrasi tajam.news
banner 120x600

Makassar, Tajam.news – Tanggal 22 Desember memang terkenal sebagai Hari Ibu yang dirayakan di Indonesia. Perayaan ini menjadi kesempatan istimewa bagi banyak orang untuk mengekspresikan kasih sayang dan penghargaan kepada ibu, Menarik untuk di ketahui Perayaan Hari Ibu di Berbagai Negara.

Menariknya, setiap negara memiliki tradisi yang berbeda dalam merayakan Hari Ibu, hal ini disebabkan oleh perbedaan sejarah dan budaya di masing-masing tempat. Tajam.news telah mengumpulkan beberapa informasi mengenai tradisi perayaan Hari Ibu di beberapa negara, sehingga kita dapat lebih memahami keragaman dan keunikan cara mereka merayakan hari yang istimewa ini. Tajam.news merangkum beberapa tradisi menarik dari Perayaan Hari Ibu di Berbagai Negara sebagai berikut:

1. Amerika Serikat: Di Amerika Serikat, Hari Ibu dirayakan pada hari Minggu kedua bulan Mei. Masyarakat Amerika cenderung merayakan dengan berkumpul bersama keluarga, mengadakan pesta, dan memberikan hadiah khusus untuk ibu. Restoran-restoran juga sering menghadirkan menu khusus atau penawaran spesial untuk merayakan hari istimewa ini.

2. India: Hari Ibu di India diperingati pada minggu kedua bulan Mei dan para ibu akan mendapatkan banyak hadiah berupa, bunga hingga kartu ucapan

3. Inggris: Hari Ibu di Inggris dikenal dengan Mothering Sunday yang dirayakan pada hari Ahad dan tepat 3 pekan sebelum paskah. Mothering Sunday di Inggris menjadi momen berkumpul bagi ibu dengan anak-anaknya. Biasanya, para perantauan akan pulang ke rumah untuk merayakan Hari Ibu ini. Selain itu, Hari Ibu di Inggris juga dirayakan dengan memberikan bunga, kartu ucapan, atau hadiah, bukan hanya kepada ibu kandung, tetapi kepada nenek, ibu tiri, juga ibu mertua.

4. Australia: Hari Ibu juga diperingati di pekan ke dua Mei. Di momen ini pendapatan penjual bunga dan kartu ucapan akan melonjak. Pasalnya, di Hari Ibu, anak-anak akan membelikan bunga dan menulis kartu ucapan yang spesial untuk ibunya.

5. Jepang: Hari Ibu di Jepang, yang dikenal sebagai Haha no Hi dirayakan pada 6 Maret sebagai bentuk penghormatan kepada Putri Mahkota Kojun, Ibunda dari Kaisar Akihito. Kini mengikuti perkembangan zaman, Jepang mengikuti negara lain untuk merayakan hari Ibu di pekan ke dua Mei. Di hari ini, anak-anak akan memberikan hadiah berupa bunga anyelir pada Ibunya. Tak heran bila menjelang Hari Ibu, harga bunga anyelir akan melambung tinggi. Selain memberi bunga, mereka juga mengadakan doa bersama atau merayakannya di restoran.

6. Meksiko: Hari Ibu dirayakan pada 10 Mei dengan sangat meriah di Meksiko dan merupakan penghormatan kepada para wanita yang telah melahirkan semua orang ke dunia. Hari Ibu atau yang disebut dengan Dia Des Las Madres konon sudah ada sejak era pagan, namun baru diresmikan pada tahun 1922. Di hari itu, semua orang akan menyanyikan lagu berjudul Las Mananitas dan memberikan hadiah untuk ibunya.

7. Thailand: Peringatan yang berawal dari penghormatan terhadap keluarga kerajaan juga menjadi sejarah Hari Ibu di Thailand. Pada tahun 1970-an, perdana menteri berniat memperkenalkan keluarga kerajaan kepada rakyat Thailand. Sehingga, dipilihlah hari kelahiran Ratu Thailand, Queen Shirikit pada 12 Oktober sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari Ibu diawali dengan bersedekah kepada biarawan. Kemudian, anak-anak akan memberikan bunga melati yang melambangkan cinta kasih suci sang Ibu. Di negara Thailand, bunga melati menjadi simbol kasih sayang dari seorang ibu dan juga sebagai rasa hormat kepada ibu.

Demikianlah sejumlah negara yang merayakan Hari Ibu pada tanggal yang berbeda-beda, tidak mengikuti penetapan secara global, namun dengan tradisi perayaan yang khas. Meskipun perbedaan tanggal perayaan tersebut, hal ini bersumber dari peristiwa bersejarah yang membentuk penetapan resmi Hari Ibu di setiap negara. Meski demikian, tujuan di balik perayaan Hari Ibu di seluruh dunia memiliki esensi yang serupa, yaitu untuk menghormati dan memuliakan perempuan, serta mengapresiasi dedikasi perempuan yang telah berperan sebagai ibu, baik melalui proses kelahiran maupun dalam perjalanan merawat anak hingga dewasa. (*)

 

 

 

Komentar Anda