Polisi Berhasil Tangkap Sindikat Penipuan Online Modus Love Scamming, Pelaku Untung Hingga 50 Milyar Per Bulan

ilustrasi love scamming. (foto/Tajam.news)
banner 120x600

Tajam.news – Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penipuan online modus ‘Love Scamming’ dengan jaringan internasional yang cukup kompleks. Dalam operasi ini, 21 orang berhasil diamankan oleh pihak berwenang. Modus operandi kelompok ini terbukti menghasilkan keuntungan yang signifikan, mencapai kisaran Rp 40-50 miliar per bulan.

Penangkapan penipuan online modus ‘Love Scamming’ ini menjadi langkah positif dalam upaya memberantas kejahatan daring yang semakin mengkhawatirkan. Dengan mengungkap kasus ini, diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku lain dan memperkuat kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko penipuan online.

Dikutip dari laman Humas Polri, Para pelaku ini menggunakan modus menipu korban dengan mencari targetnya melalui aplikasi dating apps, seperti Tinder, Bumble, Okcupid, Tantan dan sebagainya. Mereka menggunakan profile baik perempuan maupun laki-laki yang bukan diri mereka.

“Kemudian mana kala sudah berhasil mengelabui, mereka berpura-pura, untuk mencari pasangan. Setelah mendapatkan korban, para pelaku ini meminta nomor handphone sehingga kemudian berkomunikasi percintaan maupun mengirimi foto-foto seksi untuk dapat meyakinkan korban,” jelas Dirtipidum Polri, Brigjen Pol Djuhandani Rahardjo Puro, Jumat (19/1/2024).

Lantas, apa sebenarnya love scamming?

Love scamming, juga dikenal sebagai romance scamming, adalah taktik penipuan di mana seseorang menggunakan hubungan romantis palsu untuk menipu orang lain dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial atau informasi pribadi. Modus operandi umumnya melibatkan pihak yang mencoba membangun hubungan percintaan online dengan korban mereka. Mereka sering kali menggunakan identitas palsu, foto palsu, dan cerita-cerita romantis untuk memikat perhatian orang yang terbiasa mencari koneksi emosional melalui internet.

Baca Juga : Viral Jargon ‘Mamah Semok Siap Melayani Depok’, Caleg PSI Lydia Octavia Jadi Sorotan Warganet

Setelah membangun ikatan emosional dengan korban, pelaku love scam akan mulai meminta uang atau informasi pribadi dengan berbagai alasan, seperti keadaan darurat, masalah kesehatan, atau rencana untuk bertemu yang membutuhkan dana tambahan. Korban yang terjebak dalam love scam mungkin merasa terikat secara emosional dan bersedia memberikan uang atau informasi pribadi kepada pelaku, tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya telah menjadi korban penipuan.

Melansir dari Federal Trade Commission, penipu membuat profil palsu di situs dan aplikasi kencan atau menghubungi Anda melalui situs media sosial populer seperti Instagram atau Facebook. Para penipu menjalin hubungan dengan Anda untuk membangun kepercayaan, terkadang berbicara atau mengobrol beberapa kali sehari. Lalu, mereka mengarang cerita dan meminta uang.

Penting untuk selalu berhati-hati ketika berinteraksi dengan orang yang dikenal secara online, terutama jika mereka terlalu cepat mengembangkan hubungan romantis dan meminta informasi pribadi atau uang. Jika Anda merasa curiga atau tidak yakin, sebaiknya berhenti berkomunikasi dan melaporkan situasi tersebut kepada otoritas yang berwenang. (*)

 

 

Komentar Anda