Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Akan Ikut Kampanye

Presiden Jokowi tegaskan tidak akan ikut kampanye.(Tangkapan layar/saluran resmi Sekretariat Presiden)
banner 120x600

Tajam.news – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya saat Pemilihan Umum (pemilu) 2024 mendatang. Jokowi juga menegaskan keharusan seluruh aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, hingga Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menjaga netralitas dalam pemilu 2024.

“saya menghimbau saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar menggunakan hak pilihnya datang ke TPS memberikan suara sesuai dengan pilihannya,” kata Jokowi seperti yang terlihat pada unggahan video di kanal youtube resmi Sekretariat Presiden, Rabu (7/2/2024).

“saya ingin menegaskan kembali bahwa ASN TNI polri termasuk PIN harus netral dan menjaga kedaulatan rakyat,” tegasnya kepada pers saat berada di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatra Utara, pada Rabu (7/2/2024)

Baca Juga : Anies Jelaskan Makna Bahasa Isyarat saat Debat Capres Terakhir

Presiden Jokowi juga meminta jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) baik di tingkat pusat maupun di daerah untuk bertindak profesional dan menjaga integritas pemilu 2024.

“KPU, Bawaslu dan seluruh jajaran sampai ke daerah juga harus profesional dan memastikan integritas pemilu supaya suara rakyat benar-benar berdaulat, Kita semua harus menjaga pemilu yang damai, yang jujur dan adil, menghargai hasil pemilu dan bersatu padu kembali untuk membangun Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan ikut berkampanye. Walaupun undang-undang memperbolehkan seorang presiden boleh untuk berkampanye.

“Saya ingin menegaskan kembali pernyataan saya sebelumnya bahwa presiden memang diperbolehkan undang-undang untuk kampanye dan juga sudah pernah Saya tunjukkan bunyi aturannya. Tapi jika pertanyaannya Apakah saya akan kampanye? saya jawab: tidak, saya tidak akan berkampanye,” kata Jokowi dengan tegas.(*)

Komentar Anda