oleh

Tanggapi RUU Bermasalah, GMNI Kalsel Angkat Bicara

-Daerah-128 views

TAJAM.NEWS, BANJARMASIN- Belakangan ini banyak sekali pro dan kontra terhadap beberapa RUU yang sedang menjadi sorotan banyak publik terutama Omnibus Law dan ditariknya RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dari Prolegnas Yang Menjadikan Sebuah Tanda Tanya Sejumlah Publik Termasuk GMNI Kalimantan Selatan.

GMNI Kalimantan Selatan yang dipimpin oleh Plt. Ketua DPD GMNI Kalimantan Selatan Bung Luthfi Rahman menggelar sebuah penyampaian secara daring dan akan disebarluaskan kepada publik. Adapun penyampaiannya didasari dengan rilis yang sudah disusun bersama rekan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia se-Kalimantan Selatan. Berikut isinya:

“Beberapa waktu kebelakang, DPR – RI kian ramai mendapat sorotan publik dalam menjalankan tugasnya. Tak terhitung sudah berapa kali aksi baik secara langsung maupun daring dilakukan oleh berbagai kelompok masyarakat menyikapi tindakan DPR RI. Dari RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang kami nilai pada pembahasannya ekses (kelewatan batas) dalam menafsirkan sila dasar negara, lalu pencabutan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dari Prolegnas 2020 yang sebenarnya aturan hukum ini sangat dibutuhkan pada keadaan sekarang dimana kian hari kasus kekerasan seksual semakin bertambah, dan terakhir riuh aksi penolakan RUU Cipta Kerja atau sering disebut Omnibus Law kembali ramai menghiasi jalanan dan media daring.”

GMNI Telah Lama Menyuarakan Penolakan…

“Pada dasarnya terkait Omnibus Law kami secara kelembagaan GMNI telah lama menyuarakan penolakan, dari draft RUU ini di rilis ke publik hingga sekarang kami tetap konsisten dengan sikap yang telah disampaikan. Bahkan dalam kajian kami pada peringatan May day tahun 2020 tertanggal 1 Mei kemarin, kami kembali memperingatan DPR RI untuk tidak melanjutkan pembahasan Omnibus Law secara keseluruhan dan mengajak masyarakat untuk menyuarakan hal yang demikian. Tetapi sayangnya ternyata DPR RI tidak bergeming dan tetap melanjutkan pembahasan RUU Cipta Kerja / Omnibus Law ini.”

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lagi Hot